Pengertian Media
Pengertian media seringkali
disalahtafsirkan dengan sarana peralatan pendukungnya. Kata media, berasal dari
bahasa latin „medius‟ dan merupakan bentuk jamak dari medium yang
bermakna perantara atau mengantar. Dalam bahasa Arab, media sering disebut
dengan „wasail‟ yang merupakan bentuk jamak dari „wasilah‟ yang
juga bersinonim dengan „Al wasth‟ yang artinya „tengah‟. Kata „tengah‟ bermakna
berada di antara dua sisi, maka bisa juga disebut dengan „perantara‟ (wasilah)
atau yang mengantarai kedua sisi tersebut. Karena posisinya berada di tengah,
maka ia juga bisa disebut sebagai pengantar atau penghubung, yakni sesuatu yang
menghubungkan, mengantarkan atau menyalurkan sesuatu hal dari satu sisi ke sisi
yang lainnya.
Pemilihan media yang tepat
Beberapa prinsip perlu diperhatikan
agar media dapat dipergunakan secara maksimal, efektif dan efisien. Rahardjo
(1988) menyebutkan beberapa prinsip dalam pemilihan media yang tepat, yaitu :
1. Adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media, untuk
siapa, dipakai dimana, keperluan apa dan lain sebagaina.
2. Familiaritas media, pengguna media harus mengenal sifat dan ciri-ciri
media yang akan dipilih.
3. Media pembanding, hal ini diperlukan untuk memberikan alternatif
pertimbangan dalam rangka mengambil kepurusan yang tepat tentang media ang akan
dipergunakan,
4. Adanya norma atau patokan yang akan dipakai dan dikenakan pada
proses pemilihan.
Pengertian Media Audio
Media Audio (media dengar) adalah
media yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran. Dengan kata
lain, media jenis ini hanya melibatkan indera dengar dan memanipulasi unsur
bunyi atau suara semata.
Suara adalah fenomena fisik yang
dihasilkan oleh getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitude
yang berubah secara kontinyu terhadap waktu. Suara dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia di antaranya berarti bunyi yang dikeluarkan dari mulut manusia, bunyi
binatang, ucapan (perkataan), dan bunyi bahasa . Dari itu, dilihat dari sifat
pesan yang diterima, media audio ini bisa menyampaikan pesan verbal maupun non
verbal. Pesan verbal berupa bahasa lisan atau kata-kata, sedangkan pesan non
verbal berwujud bunyi-bunyian dan vokalisasi, seperti gerutuan, gumam, musik,
dan lain-lain.
Jenis-jenis Media Audio Untuk
dapat menggunakan perangkat audio sebagai media pembelajaran, maka ada baiknya
kita mengenal peralatan audio tersebut, terutama peralatan yang mampu merekam
suara. Di antaranya adalah:
1. Phonograph (Gramaphone)
Alat
rekam ini menggunakan cakram datar yang disebut gramafon (gramaphone),
yang kemudian dikenal dengan nama piringan hitam (record), yang telah
berkali-kali mengalami perkembangan pembuatannya. Piringan hitam ini, mampu
merekam berbagai macam suara mulai dari ucapan kata-kata, suara badai, kicau
burung, music simponi dan lain-lain.hanya saja piringannya mudah tergores dan
aus serta diameternya yang besar. Alat ini cocok digunakan untuk music, drama,
puisi, dongeng, tutur cerita dan lain-lain.
2. Open Reel Tapes
Kelebihan
program audio yang menggunakan pita Open Reel Tape Recorder ialah
kualitas suaranya lebih bagus dibandingkan dengan pita kaset. Open Reel Tape
Recorder ini, ada yang menggunakan sestem full track (mono) dan yang
menggunaka sistem stereo. Namun pada umumnya program-program audio diperbanyak
dalam bentuk mono.
3. Cassette Tape Recorder
Perekam
kaset audio ini adalah yang paling popular dalam masyarakat. Untuk berbagai
keperluan maka dibuat pita kaset dalam beberapa kualitas, yaitu dari yang
paling rendah, normal dan metal.
VIDEO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
Pengertian Video
Video sebenarnya berasal dari bahasa
Latin, video-vidi-visum yang artinya melihat (mempunyai daya
penglihatan) gambar hidup (bergerak; motion), proses perekamannya, dan
penayangannya yang tentunya melibatkan teknologi.
Karenanya, banyak orang yang memahami
video dalam dua pengertian sebagai rekaman gambar hidup yang ditayangkan (di
sini video sama dengan film, dan pada makalah ini penyebutan video seringkali
dipakai bergantian dengan film). Aplikasi umum dari video adalah televisi atau
media proyektor lainnya; sebagai teknologi, yaitu teknologi pemrosesan sinyal
elektronik mewakilkan gambar bergerak.
Efisien adalah
bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih
‘murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan
untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Hal-hal
itu jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di Indonesia. Kita kurang
mempertimbangkan prosesnya, hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang
telah disepakati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar